Inovasi dan kolaborasi merupakan dua hal yang tak terpisahkan dalam upaya meningkatkan kualitas sebuah universitas. Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta telah membuktikan bahwa kedua hal ini adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.
Menurut Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, inovasi dan kolaborasi menjadi landasan utama dalam upaya menciptakan lingkungan akademik yang berkualitas. “Kita tidak bisa terus menerus berada dalam zona nyaman. Inovasi harus terus dilakukan agar kita bisa bersaing secara global,” ujarnya.
Salah satu contoh inovasi yang dilakukan oleh UNS adalah pendirian Inkubator Bisnis dan Kerja Sama Industri (IBKSI) yang bertujuan untuk mendukung mahasiswa dan alumni dalam berwirausaha. Dengan adanya IBKSI, mahasiswa dapat mengembangkan ide-ide kreatif mereka menjadi bisnis yang sukses.
Kolaborasi juga menjadi kunci penting dalam kesuksesan UNS. Melalui kerja sama dengan berbagai institusi dan industri, UNS mampu menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan pasar. Hal ini juga memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas dan mendalam.
Menurut Prof. Dr. Bambang Setiaji, Direktur Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kolaborasi antar perguruan tinggi dan industri merupakan langkah strategis dalam menciptakan lulusan yang siap kerja. “Kolaborasi antara universitas dan industri dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.
Dengan terus melakukan inovasi dan memperkuat kolaborasi, UNS telah berhasil menjadi salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Tantangan ke depan tentu akan semakin berat, namun dengan tekad yang kuat dalam menghadirkan inovasi dan kolaborasi, UNS yakin mampu terus berkembang dan memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat dan bangsa.