Sejarah UMI dimulai pada tahun 2000 dengan dibangunnya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Methodist (STIEM) di Makassar. STIEM didirikan dengan tujuan untuk memberikan pendidikan tinggi yang berkualitas di bidang ekonomi kepada masyarakat Indonesia. Menurut Prof. Dr. Hj. Syahrun Nur, Ketua STIEM pada saat itu, “Kami percaya pendidikan merupakan kunci untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bangsa.”
Dalam perjalanan waktu, STIEM terus berkembang dan pada tahun 2005, institusi ini berganti nama menjadi Universitas Methodist Indonesia (UMI). Perubahan nama ini sejalan dengan visi UMI untuk menjadi universitas yang lebih inklusif dan menyelenggarakan program studi yang lebih beragam. Menurut Prof. Dr. Ir. H. M. Basri Modding, Rektor UMI, “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kontribusi yang positif bagi pembangunan bangsa.”
Sejak berganti nama menjadi UMI, universitas ini terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Program studi yang ditawarkan pun semakin beragam, mulai dari bidang ekonomi, teknik, kedokteran, hingga ilmu sosial dan humaniora. Hal ini juga didukung oleh fasilitas dan infrastruktur yang memadai, serta tenaga pengajar yang berkualitas.
Menurut Dr. Andi Syahrir, seorang pakar pendidikan, “UMI telah berhasil menciptakan lingkungan akademik yang kondusif bagi pengembangan potensi mahasiswa. Dengan menggabungkan pendekatan teori dan praktik, UMI mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.”
Sebagai salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia, UMI terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang bermutu dan relevan dengan tuntutan zaman. Melalui berbagai program dan kegiatan akademik, UMI terus berusaha menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan bangsa. Sejarah UMI yang dimulai dari STIEM hingga menjadi universitas terkemuka saat ini merupakan bukti nyata dari dedikasi dan kesungguhan para pendiri dan pengelola UMI dalam mengembangkan dunia pendidikan di Indonesia.