Sejarah UNHAN dimulai pada tahun 1960-an ketika Presiden Soekarno mengusulkan pembentukan sebuah institusi pendidikan tinggi yang khusus menangani bidang pertahanan. Waktu itu, Indonesia sedang mengalami banyak tantangan dalam bidang pertahanan, sehingga dibutuhkan lembaga yang fokus dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menjaga keamanan negara.
Namun, baru pada tahun 2012 UNHAN resmi didirikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Keputusan untuk mendirikan UNHAN sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mengkhususkan diri dalam bidang pertahanan merupakan langkah penting dalam memperkuat pertahanan negara.
Menurut Prof. Dr. Djoko Suryo, mantan Rektor UNHAN, “Didirikannya UNHAN sebagai lembaga pendidikan tinggi yang fokus dalam bidang pertahanan merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam memperkuat pertahanan negara. UNHAN memiliki peran strategis dalam menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap untuk menghadapi tantangan dalam bidang pertahanan.”
Sejak berdiri, UNHAN terus berkembang dan menjadi salah satu lembaga pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia dalam bidang pertahanan. Banyak lulusan UNHAN yang berhasil meniti karier di berbagai instansi terkait pertahanan, baik di dalam maupun di luar negeri.
Menurut Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, “UNHAN memiliki peran yang sangat penting dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang pertahanan. Dengan didirikannya UNHAN, diharapkan Indonesia dapat memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dalam menjaga kedaulatan negara.”
Dengan demikian, UNHAN tidak hanya menjadi tempat untuk belajar, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memperkuat pertahanan negara. Sejarah UNHAN yang dimulai dari gagasan Presiden Soekarno hingga terwujudnya lembaga pendidikan tinggi yang berkualitas pada saat ini merupakan bukti nyata dari komitmen Indonesia dalam menghadapi tantangan di bidang pertahanan.